Transgenesis pada Ikan

PENGERTIAN TRANSGENESIS
    Transgenesis merupakan teknik rekayasa genetik dengan cara mengintroduksi gen pengode karakter unik yang dapat memberikan nilai tambah bagi organisme target (Alimuddin dkk. 2008). Transfer gen pertama kali berhasil dilakukan pada ikan dilaporkan dari China pada pertengahan 1980-an. Sejak itu, transfer gen telah berhasil diaplikasikan dalam banyak spesies akuakultur yang kebanyakan targetnya melibatkan hormon pertumbuhan gen (Sihotang 2015).


FUNGSI TRANSGENESIS
      Teknologi transgenesis dapat digunakan dalam berbagai bidang dan fungsi, antara lain untuk meningkatkan laju pertumbuhan ikan, kontrol kematangan seksual, kemandulan dan diferensiasi seks, meningkatkan kelangsungan hidup dengan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit dan patogen, meningkatkan kemampuan menyesuaikan dengan lingkungan yang ekstrim seperti tahan terhadap suhu dingin, mengubah karakteristik biokimia dari dalam daging untuk meningkatkan kualitas gizi dan mengubah jalur biokimia atau metabolik untuk meningkatkan pemanfaatan pangan (Hew dan Fletcher 2001).

APLIKASI TRANSGENESIS PADA IKAN
      Transfer gen pada ikan telah diapliaksikan pada berbagai jenis ikan, diantaranya ikan coho salmon (Onconhyncus kisutch) yang diberikan hormon pertumbuhan hingga meningkatkan pertumbuhan beberapa kali lipat (Devlin dkk. 1994), transfer gen cecropin terhadap channel catfish (Ictalarus punctatus) (Dunham 2002) atau lisozim terhadap ikan zebra (Brachydanio rerio) untuk meningkatkan resistensi terhadap bakteri pathogen (Yazawa dkk. 2005), dan transfer protein antibeku (antifreeze protein) terhadap ikan atlantic salmon (Salmo salar) (Du dkk. 1992) dan ikan coho salmon (Oncorhyncus kisutch) (Devlin dkk. 1994) untuk meningkatkan daya tahan terhadap suhu dingin.

PRODUKSI HEWAN TRANSGENIK
       Proses dari produksi hewan transgenik terdiri atas beberapa tahapan secara ringkas, yaitu identifikasi gen yang diinginkan (gen target), isolasi gen target, amplifikasi gen target untuk memproduksi beberapa kopi, penggabungan gen target dengan promoter yang tepat dan sekuens poly serta insersi kedalam plasmid, multiplikasi plasma di dalam bakteri dan recovery konstruksi kloning untuk injeksi, transfer konstruksi kedalam jaringan resipien, integrasi gen kedalam jaringan resipien, ekspresi gen pada genom resipien, dan pewarisan gen pada generasi selanjutnya (Beardmore dan Porter 2003).
.


PUSTAKA



Alimuddin., L.I. Purwanti, M.H.F. Ath-thar, C. Muluk, O. Carman dan K. Sumantadinata. 2008. Aktivitas Promoter B-actin Ikan Medaka Jepang (Oryzias latipes) pada Ikan Mas (Cyprinus carpio). Jurnal Natur Indonesia. 11(2) : 70-77.
Devlin, R.H., T.Y. Yesaki, C.A. Biagi, E.M. Donaldson, P. Swanson dan W. K. Chan. 1994. Extraordinary Salmon Growth. Journal of Nature, 371: 209–210.
Du, S.J., Z. Gong, G.L. Fletcher, M.A. Shears, M.J. King, D.R. Idler, dan C.L. Hew. 1992. Growth Enhancement in Transgenic Atlantic Salmon by the Use of an '"All Fish" Chimeric Growth Hormone Gene Construct. Bio/Technology, 10: 176-188.
Dunham, R.A., G. Warr, A. Nichols, P.L. Duncan, B. Argue, D. Middleton dan Z. Liu. 2002. Enhanced Bacterial Disease Resistance of Transgenic Channel Catfish (Ictalarus punctatus) Possessing Cecropin Genes. Journal of Marine Biotechnology. 4: 338-344.
Hew, C.L. dan G.L. Fletcher. 2001. The Role of Aquatic Biotechnology in Aquaculture. Journal of Aquaculture. 197: 191-204
Sihotang, F. J. 2015. Deteksi Analisis Ekspresi Transgen (PhGH) pada Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Transgenik F3. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara.
Yazawa, R., I. Hirono dan T. Aoki. 2005. Characterization of Promoter Activities of Four Different Japanese Flounder Promoters in Transgenic Zebrafish. Journal of Marine Biotechnology, 7: 625-633.

0 komentar:

Posting Komentar